RSS

Kenapa Stress Mirip Mantan Pacar?

13 Apr

Baca lebih lanjut artikel ini untuk tahu alasannya, dan kenapa solusinya pun sama dengan cara Anda melupakan ex-boyfriend. ‘It’s all in your mind, honey!’ 

Stres bisa terasa bagai seorang mantan pacar yang bersikeras ingin kembali lagi ke dalam kehidupan Anda. It’s your past mistake that you’d like to forget. Ia akan meneror Anda terus, sampai akhirnya Anda menyerah tak berdaya.

Satu waktu Anda sukses membuangnya jauh-jauh, tapi saat pertahanan Anda down sedikit, ia pun akan kembali. Kalau dibiarkan berkelamaan, Anda bisa jadi kehilangan orientasi akan apa yang baik atau buruk.

Tanpa Anda sadari, ketika malam kian larut dan pekerjaan kian bertambah, stres akan menyergap Anda tanpa peringatan. Apa yang biasanya Anda rasakan? Jantung Anda semakin berdebar-debar, perut merasa mulas, kepala pusing, konsentrasi buyar-segala hal yang akan bikin Anda tidak bisa bekerja maksimal. Parahnya lagi, stres juga bisa berkedok sebagai seorang stalker, bak seseorang yang sangat obsesif terhadap kehidupan Anda. Ia ingin tahu, dan ingin ada di tiap gerakan Anda. Dan sosoknya – walaupun kasat mata – akan selalu menghantui, membuat Anda menjadi tidak tenang. Tapi apa yang Anda lakukan untuk menghadapinya? Mengusap-usap kening, kemudian melangkah menuju water dispenser untuk membuat kopi yang pada hari itu sudah mencapai enam cangkir.

Oh dear, jangan biarkan ini menjadi kebiasaan Anda ya. Segera tarik napas panjang, dan ulangi mantra bijaksana dari seorang Shakespeare: ‘Things are rarely good or bad, but our thinking makes them so.’ Ya, apakah sesuatu itu sebenarnya mudah atau sulit, tergantung dari pemikiran Anda sendiri. Untuk mengetahui penyebabnya lebih dalam, ayo berkenalan dengan pelaku utama dari problem ini. Let’s call him: Mr.Stress!

‘First Date’

Waktu telah menunjukkan pukul 9 malam dan pekerjaan Anda masih menumpuk. Sementara besok pagi, Anda mesti presentasi kepada klien yang hasilnya bisa menentukan apakah Anda akan mendapatkan promosi atau tidak. Belum lagi pasangan yang terus-menerus BBM dan menelepon untuk menanyakan kapan Anda akan pulang. Dan kalau pun nanti bertemu, Anda tahu kalau dia akan mengeluh terus tentang minimnya waktu yang Anda sediakan untuk bersama-seperti biasa.

Sikap Anda yang lazimnya tenang, sekarang sudah digantikan oleh rasa panik. Kemampuan untuk konsentrasi perlahan pudar. Dan kalau sebelumnya kopi dan rokok menjadi kegiatan selingan favorit, sekarang telah menjadi agenda utama. So little time, so manu things to do! Pada tahap ini, Mr.Stress sudah tak perlu mengetuk pintu lagi, ia sudah menerobos masuk tanpa permisi. So, fight or flight?

Who is Mr.Stress?

Mr.Stress comes in many different forms and sizes. Dan wujudnya tergantung dari pikiran Anda. Berdasarkan definisi, stres merupakan respon mental seseorang dalam menghadapi situasi kehidupan, yang apabila tidak ditangani dengan baik, maka bisa menimbulkan banyak dampak yang buruk.

Secara Psikologis, bersiap-siaplah untuk mengalami gangguan depresi (atau mental break down), panic attack, gangguan tidur, kelelahan kronik, keluhan psikomatis, dan mudah lupa.

Secara Fisiologis, stres akan mempengaruhi sistem hormonal, sistem pembuluh darah dan jantung, imunitas tubuh, pencernaan, dan respirasi.

Secara Biologis, wanita lebih rentan terkena stres dibandingkan pria karena kompleksitas siklus reproduksi wanita, seperti pre-menstrual-syndrome, kehamilan, sampai ke menjelang dan selama menopause.

Secara Kultural, di beberapa negara, wanita terkadang masih ditempatkan dalam subordinat. Karena mereka dilarang untuk mengambil keputusan, maka suara dan kehadiran mereka pun tidak pernah dianggap.

Secara Historis, “Wanita sebenarnya dipandang lebih baik menangani stres dibanding pria,” ujar Dr. Suryo Dharmono dari fakultas psikologi Universitas Indonesia, “karena sejak jaman prasejarah, ketika wanita ditinggalkan oleh pria yang pergi berburu, wanita dituntut untuk multi-tasking; entah itu memasak, menjaga anak, sampai ke menghalau binatang buas yang mengancam nyawa anaknya.”

 
Leave a comment

Posted by on April 13, 2011 in Female

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: